 |
 |
| Produk BEST SELLER ! |
| Dapatkan eBook (buku elektronik) "3
Tahun Pertama yang MENENTUKAN", yang akan menuntun anda
mengasuh anak batita anda sehingga tumbuh dengan CERDAS secara
FISIK, MENTAL dan SOSIAL. Klik Disini
! |
| |
 |
 |
|
| Berita
/ Perkembangan
Anak |
|
| Merangsang Kecerdasan Anak |
| Oleh ayahcaca
|
| Kamis, 03-April-2008,
23:11:27 |
6749
klik |
 |
 | |
|
Orang tua mana yang tidak
ingin anaknya cerdas. Namun, yang masih menjadi
pertanyaan, apa saja yang dibutuhkan si kecil agar
pertumbuhan otaknya menjadi optimal ?
| |
|
Merangsang Kecerdasan Anak
Orang tua mana yang
tidak ingin anaknya cerdas. Namun, yang masih menjadi
pertanyaan, apa saja yang dibutuhkan si kecil agar pertumbuhan
otaknya menjadi optimal ?
Otak merupakan benda yang
paling vital dalam tubuh. Organ ini mengatur seluruh bagian
dalam tubuh diantaranya gerakan motorik, pengaturan suhu
tubuh, pengaturan tekanan darah, sekresi hormon,pernapasan,
emosi dan berbagai macam kegiatan manusia.
Berbagai
proses dalam otak itu yakni peenambahan sel (poliferasi),
perpindahan sel (migrasi), perubahan sel (differensiasi),
pembentukan system jalinan saraf antara satu dengan lainnya
(sinaptogenesis) dan pembentukan selubung saraf (mielinisasi).
Yang penting dicatat, organ ini tumbuh secara luar biasa
pada masa anak-anak. Sampai pada usia 2 tahun berat otak akan
mencapai 75% otak dewasa. Menurut dr. Hartono Gunadi, Sp.A,
dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, sampai dengan bayi berusia 2
tahun, pertumbuhan dan perkembangan otak anak telah mencapai
90%.
Factor yang paling penting untuk pembentukan otak
adalah factor nutrisi untuk mendukung pembentukan sel-sel
otak. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab terhadap
kehidupan annak, Anda perlu tahu nutrisi seperti apa yang
berperan dalam pembentukan otak sang buah hati, mulai dari
dalam kandungan hingga remaja.
Masih ada lagi hal yang
penting pada proses pertumbuhan seorang anak, yakni proses
tumbuh kembang. Makna pertumbuhan berkaitan dengan perubahan
dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi dalam tingkat sel,
organ atau individu. Sedangkan perkembangan lebih
menitikberatkan pada aspek perubahan bentuk atau fungsi
pematangan organ ataupun individu, termasuk perubahan aspek
sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan. Yang
jelas, untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, Anda
harus mengetahui factor dan aspek apa saja yang
mempengaruhinya.
PERANAN NUTRISI Cikal bakal otak
mulai terbentuk pada minggu ketiga kehamilan berupa lempeng
saraf, berubah menjadi tabung saraf pada minggu keempat dan
mulai terbentuk otak besar, batang otak, otak kecil dan
medulla spinalis pada minggu kelima kehamilan.
Setelah
bayi lahir, maka usia yang paling penting dalam pertumbuhan
otak adalah 0-2 tahun. Periode tersebut penting karena masa
ini adalah periode emas. Dalam periode inilah terjadi
perkembangan saraf otak yang tercepat, khususnya mielinisasi.
Selanjutnya memang terus terjadi perkembangan hingga usia 5
tahun, namun tidak secepat pada usia sebelumnya. Dalam masa
ini maka yang terjadi adalah pengorganisasian perkembangan dan
hubungan antar jaringan (impuls) otak.
Factor nutrisi
berperan mulai dari kandungan, jadi seorang ibu yang hamil
harus memperhatikan asupan gizi, bukan hanya untuk dirinya,
juga untuk sang janin. Yang harus diperhatikan adalah protein
dan asam lemak esensial.
Air susu ibu (ASI) adalah
makanan terbaik untuk bayi. Setelah bayi lahir, kebutuhan zat
gizi dilakukan melalui pemberian ASI Eksklusif sejak hari
pertamanya sampai usia 6 bulan. Tapi setelah proses menyusui
terlampaui, Anda harus memikirkan nutrisi sang anak.
Bagi Anda yang tak dapat menyusui anak karena sesuatu
hal, pemilihan nutrisi untuk bayi harus dipertimbangkan dengan
matang, demi perkembangan kecerdasannya. Nutrisi yang diyakini
dapat meningkatkan kualitas otak anak adalah asam lemak DHA
(asam dokosaheksanoat) dan AA (asam arakhidonat). Asam lemak
ini merupakan asam lemak esensial, artinya tidak dapat
dibentuk oleh tubuh sehingga harus ditambah dari luar.
FAKTOR PENDUKUNG Setelah otak seorang anak
terbentuk, maka ada berbagai factor yang mempengaruhi
perkembangannya. Teramat sayang bila anak Anda sudah memiliki
sel-sel otak yang berkualitas, namun dibiarkan tanpa didukung
perkembangannya.
Factor pendukung antara lain
perhatian dan kasih sayang orang tua dan lingkungannya yang
berpengaruh bagi aspek emosi. Mulai dari kontak fisik,
sentuhan, belaian dan nyanyian.
Factor yang tak kalah
pentingnya yaitu kebutuhan mental, misalnya proses
pembelajaran, agama dan kepribadian. Factor pendukung inilah
yang dapat menjadi stimulasi bagi perkembangan otak anak, juga
akan mengaktifkan sel otak anak Anda sehingga perkembangannya
akan lebih terpacu. Stimulasi ini penting sekali, sebab,
jaringan saraf otak akan hilang dengan sendirinya apabila
jarang atau tidak pernah sama sekali mendapat stimulasi.
Stimulasi pada anak dapat diterima melalui sentuhan,
pendengaran, penglihatan, pengecapan yang kesemuanya sudah
dapat diproses sejak bayi baru lahir. Pemprosesan informasi
atau stimulasi dari luar tergantung dari takaran dan derajat
stimulasi yang diterima serta kemampuan si anak memproses
stimulasi tersebut.
Interaksi orangtua dengan penuh
kasih sayang dapat merangsang imajinasi dan gagasan kreatif
anak. Stimulasi dapat dimulai dari dalam kandungan. Contohnya,
si ibu yang hamil bisa mendengarkan musik sambil mengelus
perutnya. Contoh lain stimulasi setelah anak lahir adalah
dengan bercerita atau mendongeng. Mendongeng selain dapat
mengajarkan kata-kata, juga dapat menjadi simbolisasi
pendidikan. Misalnya bagaimana berbuat baik dan bagaimana
memecahkan suatu masalah. Kemudian permainan juga
merupakan stimulasi yang sangat tepat bagi anak. Usahakan
memberi variasi permainan dan sangat baik kalau orangtua
melibatkan diri secara langsung dalam permainan. Perlu diingat
juga, jangan selalu melarang anak melakukan aktivitas
sepanjang tidak berbahaya.
|
| | |
 |
 |
|
 |
 |