 |
 |
| Produk BEST SELLER ! |
| Dapatkan eBook (buku elektronik) "3
Tahun Pertama yang MENENTUKAN", yang akan menuntun anda
mengasuh anak batita anda sehingga tumbuh dengan CERDAS secara
FISIK, MENTAL dan SOSIAL. Klik Disini
! |
| |
 |
 |
|
| Berita
/ Perkembangan
Anak |
|
| RASA INGIN TAHU ANAK BESAR = ANAK
CERDAS. BENARKAH? |
| Oleh info |
| Rabu, 16-Agustus-2006,
09:00:36 |
17143
klik |
 |
 | |
|
''Anak yg selalu bertanya atau
rasa ingin tahunya besar adalah anak yg cerdas.''
Benarkah pernyataan itu? Apakah memang demikian
kenyataannya? ...Ada satu hal lagi yg perlu menjadi
perhatian kita dalam menilai apakah anak tersebut
BENAR-BENAR mempunyai ciri-ciri anak cerdas.
| |
|
Oleh: Taufan Surana
Jika anda sudah banyak membaca
buku ataupun menerima banyak informasi tentang
perkembangan anak, pasti anda pernah mendapatkan
pernyataan berikut:
''Anak yg selalu bertanya atau
rasa ingin tahunya besar adalah anak yg cerdas.''
Benarkah pernyataan itu? Apakah memang demikian
kenyataannya?
(Semoga anda tidak menjadi ragu dengan 2
pertanyaan di atas.)
Memang BENAR bahwa salah
satu ciri anak cerdas adalah anak yg rasa ingin tahunya
besar, selalu bertanya tentang banyak hal.
TETAPI, ada satu hal lagi yg perlu menjadi
perhatian kita dalam menilai apakah anak tersebut
BENAR-BENAR mempunyai ciri-ciri anak cerdas.
Apa itu?
Setelah anak mengajukan pertanyaan,
ada 1 tahapan lanjutan yg bisa dijadikan acuan apakah dia
benar-benar ingin tahu, yaitu:
''APAKAH ANAK
BENAR-BENAR MEMPERHATIKAN JAWABANNYA.''
Anak yg
cerdas akan bertanya banyak hal karena memang dia ingin
tahu jawabannya. Biasanya, jika anak tersebut bertanya,
dia akan 'mengejar' jawaban kita dengan pertanyaan
lanjutan, sampai kita orangtua menjadi kewalahan dalam
menjawabnya.
Inilah salah satu ciri-ciri anak cerdas
yang sebenarnya!
Kadang-kadang kita melihat anak yang
selalu bertanya, tetapi sebelum dijawab anak tersebut sudah
bertanya lagi hal yang lain lagi secara terus menerus. Hal ini
menunjukkan bahwa anak tersebut tidak benar-benar ingin tahu
terhadap apa yang ditanyakannya.
Menghadapi anak
seperti itu, kita perlu mengarahkan sedikit demi sedikit,
sehingga anak menjadi bisa memfokuskan dirinya terhadap apa
yang ingin diketahuinya.
Kemudian, sarana
TERBAIK untuk memuaskan keingin-tahuan anak adalah
dengan menyediakan buku, dan mengajarkan anak
MEMBACA sejak dini.
Aktivitas membaca
mempunyai pengaruh terbesar dalam kehidupan berpikir
seorang anak, yang pada akhirnya akan berpengaruh juga
terhadap tingkat kecerdasan anak.
Untuk
menstimulasi hal tersebut, kita perlu memberikan
kegiatan lanjutan setelah anak selesai membaca dalam
suasana yang menyenangkan. Misalnya, kita bisa membuat
quiz tentang isi dari bacaan tersebut, dlsb. Hal ini perlu
untuk melatih anak belajar menguasai isi bacaan tersebut.
Pemahaman terhadap isi bacaan merupakan tahap lanjutan
yang sangat penting untuk diajarkan setelah anak mulai lancar
membaca.
Yang lebih penting lagi:
JANGAN
memaksa anak untuk membaca!
Beri kebebasan kepada
anak untuk memilih buku yang ingin dibacanya.
INGAT, yang penting BUKAN APA yang dibaca oleh
anak, TETAPI BAGAIMANA anak membacanya. Tentu saja,
selama buku-buku tersebut sesuai untuk anak-anak.
Jangan samapai, misalnya, kita memaksa anak membaca
buku tentang binatang, padahal anak sedang ingin membaca buku
tentang angkasa luar.
Adil Fathi Abdullah dalam
bukunya mengatakan:
''Andai kita berhasil membuat
anak gemar dan menikmati aktivitas membaca serta
menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan daya
pikirnya, berarti kita telah memberikan kebaikan yang
tidak ternilai dengan harta dunia.''
Anda
setuju?
Saya sangat SANGAT sependapat dengan
pernyataan diatas.
------------------ catatan
Redaksi: Banyak metode untuk mengajarkan anak membaca
sejak dini. BalitaCerdas.com menyediakan FLASH
CARD sebagai salah satu caranya. Informasi detilnya
bisa dilihat di: www.balitacerdas.com/fc
------------------
|
| | |
 |
 |
|
 |
 |