| |
|
|
|
|
| Cara
Praktis untuk membuat berbagai Aplikasi Pengolahan
Data menggunakan Delphi + PHP plus Produk lainnya
.. |
|
Paket
Hemat Aplikasi pengolahan data ex ; Toko, Absensi,
Pegawai , CashFlow, Rekam Medis. |
|
Cara
gampang belajar pemrograman Delphi dengan pilihan
Paket Materi yang disesuaikan dengan kebutuhan |
| |
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
Pasang
Iklan Baris Gratis, tanpa Daftar Iklan Anda langsung
Tayang ... |
|
Anda
Mahasiswa yang sedang TA/PKL dan kesulitan dalam
membuat programnya ? kami siap membantu. |
|
Kumpulan
Paket Source Code Delphi siap pakai, ex : Perpustakaan,
Toko, Absensi, Penggajian, Pegawai dlsb |
| |
|
|
|
|
| |
|
ads
By admin
|
|
|
|
|
Klik
sekilas
info untuk melihat berita lainnya
....
| Kampanye Pilpres 2009 | | Diposkan pada tanggal : 30 | SETELAH sebelumnya masyarakat disibukkan dengan kampanye ‘panjang’ para calon anggota legislatif untuk periode 2009-2014
dan telah diumumkannya mereka yang akan masuk menjadi anggota dewan, kini dimulai jadwal kampanye pemilihan presiden (Pilpres).
Dari jadwal yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka jadwal kampanye telah dimulai sejak 2 Juni hingga 4 Juli 2009 dengan perincian 2-10 Juni 2009 kampanye Pilpres dalam bentuk non rapat umum. 10 Juni 2009 deklarasi kampanye damai oleh tiga pasangan capres dan cawapres dan 11 Juni - 4 Juli kampanye rapat umum atau kampanye terbuka. 5-7 Juli masa tenang dan 8 Juli hari pemberian suara.
Paling tidak ada waktu 1 bulan 4 hari melakukan kampanye baik tertutup maupun terbuka oleh para capres dan cawapres. Fokus tujuan dari kampanye ini paling tidak mencoba ‘mensosialisasikan’ visi dan misi para calon untuk memimpin bangsa ini untuk lima tahun mendatang. Dilihat dari wacana yang dikembangkan, seluruhnya masih terfokus pada keberhasilan yang telah dicapai, para incumbent apakah itu SBY maupun JK yang saat ini bersaing untuk menjadi yang nomor 1 di negara ini. Tidak heran terkadang para tim sukses masing-masing calon melakukan ‘kampanye hitam’ terhadap lawan-lawannya. Sehingga isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) tanpa sadar dimunculkan.
Iklan kampanye saat ini sudah mulai ‘dipertontonkan’ baik itu di media elektronik maupun cetak. Tidak tanggung-tanggung memang biaya yang dikeluarkan untuk itu, dengan harapan masyarakat bisa melihat lebih jauh apa yang akan dilakukan para calon jika nanti terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Dari beberapa iklan yang ditayangkan, masyarakat bisa menilai mana iklan yang mencerdaskan dan mana iklan yang hanya bersifat provokasi dan menjelek-jelekkan pasangan yang lain.
Sayang memang, masa kampanye ini harus dikotori dengan keinginan segelintir orang atau kelompok yang mencoba memprovokasi dengan hal-hal yang sebenarnya tidak layak, apakah itu pada saat talk show di televisi, pernyataan di media cetak maupun iklan di media massa. Ini artinya bukan masyarakat yang tidak cerdas, tetapi elit kita juga masih kurang cerdas dalam ‘melakoni’ apa yang seharusnya dilakukan. Seharusnya para elit politik ini sadar tidak zamannya lagi untuk ‘menang’ dengan ‘menginjak’ orang lain. Tetapi berikanlah pencerahan yang sebaik-baiknya, berkampanye dengan santun dan berusaha menarik simpati masyarakat dengan rencana program yang nyata.
Jika pemimpin tidak lagi mengindahkan etika politik, maka jangan salah kan rakyat jika tidak lagi bersikap santun dalam menyelasaikan suatu persoalan. Cerminan rakyat sesungguhnya cerminan dari elit politiknya. Untuk itu mari kita jaga apa yang telah diwarisi para elit-elit politik sebelumnya, untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan dibalik sebuah perbedaan. Berbeda boleh tetapi jangan sampai menimbulkan permusuhan. Jika ini dilakukan para elit, pasti masyarakat juga akan mendapat pelajaran lewat kampanye ini.
sumber : harian anlisa online
|
|
| Klik
sekilas
info untuk melihat berita lainnya
.... |
|
|